Sabtu, 17 Januari 2026

Konservasi Koleksi Museum di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara


Konservasi koleksi museum di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan pada 10 - 14 November 2025 dari jam 08.00 - 15.00 WITA. Pelaksanaan konservasi dilakukan oleh 5 orang konservator dari Museum, 5 orang konservator dari jurusan Arkeologi Universitas Halu Oleo, dan 5 orang dari Duta Museum. Kegiatan konservasi terhadap koleksi yang ada di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun, dan pelaksanaan konservasi ini adalah pelaksanaan kedua dalam tahun 2025. Konservasi dilaksanakan berupa perawatan atau pembersihan terhadap koleksi museum.

Hari pertama tanggal 10 November 2025 dimulai dengan konservasi koleksi keramik. Tahapan pelaksanaannya yaitu membawa seluruh koleksi keramik yang berada di ruang storage ke ruang konservasi kemudian dilakukan inventaris. Setelah diinventaris, koleksi kemudian dibersihkan menggunakan cairan tepol/sabun cair lalu dibersihkan dengan air, setelah itu dikeringkan. Setelah kering, koleksi kemudian diatur kembali ke dalam lemari di ruang storage. Kegiatan dilakukan dari jam 08.00 WITA hingga 15.00 WITA dengan diselingi waktu istirahat jam 10.00 WITA dan jam 12.00 WITA.

Hari kedua tanggal 11 November 2025, konservasi dilakukan dengan melanjutkan konservasi keramik seperti yang dilakukan di hari pertama terhadap tinggalan keramik yang belum dikonservasi. Kegiatannya meliputi inventarisasi koleksi, pembersihan koleksi dengan cairan tepol, pengeringan, hingga merapikan koleksi keramik yang telah dikonservasi di dalam ruang storage. Kegiatan dilaksanakan dari jam 08.00 WITA hingga 15.00 WITA.

Hari ketiga konservasi koleksi museum dilaksanakan pada 12 November 2025 dengan melanjutkan konservasi terhadap keramik gucci yang berukuran besar kemudian merapikan di ruang storage. Adapun tahapan konservasinya, sama dengan tahapan konservasi yang dilakukan di hari pertama dan kedua. Kegiatan dilaksanakan dari jam 08.00 WITA, lalu dilanjutkan dengan konservasi koleksi perahu Bajo sebelum jam istirahat siang jam 12.00 WITA. Sebelum istirahat siang, konservasi terhadap perahu Bajo dilakukan dengan pembersihan seluruh permukaan perahu Bajo, baik permukaan dalam maupun luar, dari debu dan kotoran. Setelah perahu Bajo bersih, lalu istirahat siang. Setelah istirahat, kegiatan konservasi terhadap perahu Bajo dilanjutkan dengan mengoles seluruh permukaan perahu Bajo dengan cairan yang telah disiapkan. Kedua cairan tersebut yaitu parafin cair dan cairan minyak sereh. Cairan parafin digunakan untuk mengoles seluruh permukaan perahu Bajo yang berbahan kayu, dan cairan minyak sereh digunakan untuk mengoles seluruh permukaan perahu Bajo yang berbahan rotan dan atap rumbia. Kegiatan dilakukan hingga pukul 15.00 WITA.

Kegiatan konservasi kembali dilanjutkan pada 13 November 2025. Kegiatan konservasi dihari keempat ini yaitu melakukan konservasi terhadap koleksi tulang paus yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WITA. Adapun tahap konservasi yang dilakukan pada koleksi tulang paus adalah melakukan pembersihan seluruh tulang dari debu dan rayap yang menempel hingga bersih. Setelah bersih, seluruh permukaan sisi tulang paus dioles dengan cairan alkohol 95%. Setelah konservasi paus, kemudian kembali ke ruang storage untuk membersihkan dan merapikan seluruh tempat penyimpanan koleksi dan koleksi yang ada di ruang storage. Pembersihan ruang storage dilakukan hingga bersih dan rapi yang dilaksanakan hingga jam 15.00 WITA.

Pada tanggal 14 November 2025 merupakan hari terakhir pelaksanaan konservasi terhadap koleksi yang ada di Museum Negeri Propinsi Sulawesi Tenggara. Adapun kegiatan di hari kelima ini adalah konservasi terhadap koleksi mobil dengan melakukan pencucian hingga bersih menggunakan air dan sabun cuci. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel Popular Pekan Ini