Buku "Alih Bahasa Naskah Tarekat Koleksi Museum Geusan Ulun Sumedang" ditulis oleh Agus Supriatna dan Sasadara Hayunira, yang diterbitkan oleh Perpusnas Press tahun 2024.
Arkeologi Indonesia | Indonesian Archaeology. Since 2010. Arkeologi, Masa Lalu Untuk Masa Depan
Buku "Alih Bahasa Naskah Tarekat Koleksi Museum Geusan Ulun Sumedang" ditulis oleh Agus Supriatna dan Sasadara Hayunira, yang diterbitkan oleh Perpusnas Press tahun 2024.
Sejarah kontemporer ditandai dengan semua karya sejarah muslim berakhir masa penulisannya, dan secara terbatas sejarah klasik dibatasi pada monograf peristiwa-peristiwa tahun-tahun permulaan Islam dan mengenai pemimpin-pemimpin Islam yang paling tua. Kecenderungan karya-karya tersebut lebih menunjukkan unsur keagamaan daripada sejarah. Di dalam semua karya sejarah, para penulisnya menggunakan sejarah masa lalu sebagai latar belakang dari masa sekarang. Dari segi lain, karya sejarah memuat mengenai informasi sejarah kontemporer, sedangkan semua historiografi kontemporer tidak berbeda bentuk dan isi dengan sejarah umum. Para penulis sejarah muslim tidak dapat menghindar dari refleksi terhadap keinginan intelektual pada masing-masing periode, namun mereka juga tidak memberikan sumbangan khusus pada perkembangan bentuk dan isi historiografi lain yang dapat dirasakan ekspresinya di dalam karya-karya sejarah umum. Oleh karena itu tidak banyak yang dapat diungkapkan penulisan sejarah kontemporer di dalam Islam.
Pada mulanya, penulisan sejarah lokal dalam Islam, menonjolkan pertimbangan-pertimbangan keagamaan. Contohnya seperti kritik yang dilakukan oleh Sallami di Khurasan dan Ibnu Hazm di Spanyol yang menimbulkan sebuah ketentuan bahwa seseorang yang menulis sejarah tidak boleh melalaikan sejarah negerinya sendiri. Sejarah lokal pertama kali ditulis oleh Almafarruhi pada abad ke-11 dengan judul "Mahasin Ishbahan". Setelah tulisan itu, mulai banyak penulis lainnya yang menulis sejarah lokal. Para penulis selanjutnya menulis dengan mengikuti karya sebelumnya, namun historiografi lokal tetap memiliki kebebasan bagi penulisnya sehingga dapat menyajikan bermacam-macam bentuk dan isi. Pada awalnya dapat dibedakan dua macam penulisan sejarah lokal dan regional, yaitu historiografi lokal sekuler dan historiografi lokal teologis.
Keragaman penulisan sejarah oleh masyarakat Arab/Islam pada masa silam, ditemukan terdapat tiga kelompok karya sejarah yaitu: Sejarah Umum, Sejarah Lokal atau Regional, dan Sejarah Kontemporer.
Adapun konsep sejarah umum dipopulerkan oleh Franz Rosenthal dalam bukunya A History of Muslim Historiography yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1952. Menurut Rosenthal, pada abad ke sepuluh Masehi terdapat tiga pola sejarah umum:
KHABAR
Khabar merupakan sebuah historiografi Islam yang paling tua. Khabar dikenal sebagai sebuah bahasa lisan yang berhubungan dengan cerita-cerita perang dengan uraian yang baik dan lengkap, biasanya membahas mengenai suatu kejadian yang kalau ditulis hanya terdiri dari beberapa halaman saja. Adapun dalam konteks karya sejarah yang lebih luas sering kali dipergunakan sebagai "laporan", "kejadian", atau "cerita". Khabar memiliki karakteristik yang ditekankan pada garis sanad yang mendahului tiap-tiap khabar. Bentuk khabar ini telah berjalan dan kuat pada masa pra-Islam, yang merupakan bentuk tradisi lisan dan tulisan yang masuk ke dalam masyarakat Islam tanpa adanya ruang waktu yang menyelinginya.
Historiografi Arab/Islam, sangat erat hubunganya dengan perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Dimana kedudukan sejarah dalam pendidikan Islam telah memberikan pengaruh yang menentukan tingkat intelektual penulisan sejarah. Hal ini membuat historiografi Arab/Islam dengan mudah dipelajari dan dipahami dalam kerangka kebudayaan Arab/Islam.
Masuknya bangsa barat di kawasan Timur Tengah terjadi setelah runtuhnya kekuasaan pemerintahan Islam di Timur Tengah dan kemajuan yang diraih dunia barat. Perhatian dunia barat terhadap Timur Tengah antara lain karena kemajuan dan peradaban tinggi yang pernah diraih dunia Arab dan Islam.
Penyampaian wahyu (Al-Quran) oleh Nabi Muhammad SAW telah melumpuhkan kegiatan penyair Arab. Penulisan teks Al-Quran berlangsung selama 23 tahun dalam bentuk ayat-ayat berdasarkan latar belakang turunnya ayat-ayat tersebut. Penulisan dilakukan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW saat mereka mendengarnya langsung dari Nabi Muhammad SAW.
Perhatian para penguasa terhadap ilmu pengetahuan pada abad pertama kekuasaannya sangat besar, karena umumnya mereka sendiri merupakan seorang ulama atau ilmuwan. Almanshur misalnya, dikenal memiliki daftar buku ilmu pengetahuan yang lengkap saat itu, beliau juga sebagai perawi Hadis yang baik, serta memiliki jiwa sastra yang tinggi danjuga sebagai kritikus sastra yang tajam.
Sejarah seni ragam hias di Indonesia, diawali pada zaman Prasejarah yaitu pada masa Neolitikum sekitar 4000 tahun yang lalu.
Powerpoint dibawah ini merupakan materi yang dibawakan oleh bapak Isman Pratama Nasution dari prodi Arkeologi UI, yang dibawakan pada perkuliahan bersama seluruh prodi Arkeologi seIndonesia semester 20211 untuk Mk.Arkeologi Islam Indonesia.
Istilah, Tradisi, Ragam Hias dan Bentuk Penguburan Islam di Indonesia adalah sebuah video interaktif sebagai bahan ajar perkuliahan MK Arkeologi Islam Indonesia.
Sejarah Perkembangan dan Kejayaan Islam merupakan sebuah video interaktif. Video ini adalah video bahan kuliah Arkeologi Indonesia Islam yang membahas mengenai Pengertian Arkeologi Islam, Tujuan, Cakupan Penelitian Arkeologi Islam, Cakupan Arkeologi Islam, Bentuk Peninggalan Arkeologi Islam di Indonesia, dan Sejarah Perkembangan dan Kejayaan Islam.
Pengantar Arkeologi Islam Indonesia merupakan sebuah video interaktif sebagai bahan kuliah Arkeologi Indonesia Islam. Video berisi kontrak perkuliahan dan pengantar mata kuliah Arkeologi Indonesia Islam.
Indonesia adalah salah satu negara terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayahnya. Indonesia juga merupakan Negara kapulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.508 buah pulaunya. Luas wilayah Indonesia seluruhnya mencapai 5.193.252 km2[1]. Pulau-pulau utamanya adalah Jawa dan Madura (132.187 Km2), Sumatra (473.600 Km2), Kalimantan (539.460 Km2), Sulawesi (189.216 Km2), Bali (5.561 Km2), dan Irian Jaya (422. 981 Km2). Inilah yang menjadi ruang lingkup kemaritiman Indonesia secara geografis.
Pada masa pemerintahan Raja Tua Rade (Raja ke IV, ±1454-1490), terjadi serangan bajak laut Tobelo, namun pertahanan Kerajaan Wolio dapat menaklukkan bajak laut Tobelo tersebut, dan sebagian sisa-sisa pasukan para bajak laut Tobelo tersebut melarikan diri ke Wakatobi dan Kulisusu. Dikarenakan Tua Rade tidak memiliki keturunan, maka beliau digantikan oleh kemenakannya MulaE atau Sagia I Gola (Raja ke V, ±1490-1537), yang merupakan putra tertua Maruju anak Batara Guru (Raja ke III, ±1415-1454).
Jika membahas mengenai Islam di Nusantara, tentu Kesultanan Buton patut untuk dibahas secara mendalam. Dimana Kesultanan Buton, yang secara administrasi saat ini berada di wilayah Sulawesi Tenggara, meninggalkan banyak bukti pengaruh Islam dalam menjalankan pemerintahannya serta tinggalan bendawi yang memperkuatnya. Sebelum membahas jauh mengenai Kesultanan Buton, pertama sebaiknya membahas mengenai sejarah Kesultanan Buton.
Berkembangnya kota-kota besar di Indonesia sekarang ini tidak lepas dari peranan bangsa Eropa terutama Belanda pada saat mereka menguasai hampir seluruh wilayah kepulauan Nusantara, yang memulai perkembangannya dengan kehidupan dalam benteng (intra muros). Ini dibuktikan dengan masih dominannya struktur fisik kota-kota di Indonesia yang pernah dirancang oleh bangsa Eropa, seperti yang tampak pada kota Jakarta, Surabaya, Makassar bahkan Semarang disebut sebagai "Little Netherlands" dan Bandung sebagai "Paris Van Java". Hal ini membuktikan bahwa kota-kota tersebut tetap menampilkan struktur kota kolonial sebagai bagian dari perkembangan kota.
Teori Kritis
Teori kritis pertama kali muncul sekitar tahun 1970's, terutama berasal dari diskusi-diskusi para pakar ilmu sosial di Frankfurt School Jerman. Dalam arkeologi, pemikiran ini sangat terasa pada buku Reading the past –nya Hodder dan buku Re-Constructing Archaeology-nya Tilley and Shank.
Teori kritis dicirikan dengan Anti-Sain, yakni pengetahuan pada dasarnya adalah hasil dari sejarah, komunikasi yang sudah bias, dan tidak ada yang obyektif . Anti-positivis, yakni pengetahuan yang katanya didapatkan melalui pengujian yang ilmiah, yang pada dasarnya juga sudah dirasuki oleh gagasan-gagasan penelitinya, untuk memperkuat dominasi mereka dalam masyarakat.